Tiga desainer busana penduduk asli Taiwan yang mewakili suku Paiwan dan Atayal berpartisipasi dalam Cairns Indigenous Art Fair (CIAF) yang berlangsung pada 9 hingga 12 Juli di Queensland, Australia.
Kementerian Kebudayaan (MOC) menyatakan bahwa dukungan dari proyek Taiwan Brand Campaign serta Museum Nasional Prasejarah (NMP) turut memungkinkan keikutsertaan seniman Taiwan dalam ajang seni tersebut untuk pertama kalinya. Tiga desainer yang ambil bagian, yaitu Juan Chih-chun, Sigesile Kalidoai, dan Yuma Taru, bekerja sama dengan desainer Australia untuk menghadirkan dua pergelaran busana imersif dan inovatif yang dipentaskan sebanyak empat kali pada 9 dan 10 Juli.
Pada 11 Juli, Juan Chih-chun dan Sigesile Kalidoai masing-masing memandu lokakarya, sementara ketiga desainer kembali tampil bersama dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh NMP bekerja sama dengan Far North Queensland Taiwanese Friendship Association Inc. Dalam seminar tersebut, mereka berbagi pengalaman mengenai upaya pelestarian sekaligus revitalisasi kerajinan tradisional masyarakat adat.
Direktur NMP, Futuru C.L. Tsai, mengatakan bahwa busana kontemporer masyarakat penduduk asli Taiwan tidak hanya merepresentasikan sejarah kolektif, tetapi juga mencerminkan budaya yang terus hidup dan berkembang melalui inovasi. Menurutnya, partisipasi dalam CIAF menjadi wadah yang efektif untuk menampilkan keberagaman budaya serta nilai-nilai yang dimiliki Taiwan kepada masyarakat internasional.
MOC menegaskan bahwa NMP akan terus berkomitmen menjalankan perannya sebagai platform utama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Austronesia Taiwan melalui pertunjukan seni, pameran, serta berbagai program pertukaran akademik yang beragam.