14/05/2026

Taiwan Today

Sosial

Tim Mahasiswa Taiwan Kembangkan Pelapis Wadah Kertas yang Dapat Terurai

15/11/2018
Mahasiswa National Chung Cheng University menggunakan teknik rekayasa genetika untuk mengembangkan bahan pelapis dari Lignin yang tahan air, tahan panas namun dapat terurai. (Foto oleh CNA)

Wadah yang terbuat dari kertas seperti gelas dan kotak nasi sekali pakai memiliki suatu lapisan plastik tahan air yang membuat wadah tersebut tidak mudah bocor. Akan tetapi, lapisan plastik tersebut tidak dapat terurai. Mahasiswa National Chung Cheng University berhasil mengembangkan bahan pelapis terbuat dari Lignin, sejenis polimer organik kompleks, yang dapat terurai. Penemuan mereka berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi International Genetically Engineered Machine (iGEM) di Amerika Serikat.

Masyarakat Taiwan sangat menggemari minuman yang disajikan dalam wadah kertas atau plastik seperti bubble tea, teh susu dan lain-lain. Oleh karena itu, limbah gelas kertas yang dihasilkan selama setahun bisa mencapai 1,7 miliar gelas. Pada bagian dalam gelas-gelas tersebut terdapat lapisan plastik yang sulit terurai, sehingga sangat menyulitkan atau tidak dapat didaur ulang. Untuk mengatasi masalah ini, tim mahasiswa National Chung Cheng University menggunakan teknik rekayasa genetika untuk mengembangkan bahan pelapis dari Lignin yang tahan air, tahan panas namun dapat terurai.

Untuk melepaskan lapisan plastik yang terdapat pada gelas dan wadah kertas biasa, diperlukan penanganan khusus yang sangat rumit, serta biaya pemrosesan yang sangat tinggi. Sampai saat ini, di seluruh Taiwan hanya ada satu perusahaan yang memiliki teknik pengelupasan tersebut.

Bahan pelapis yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Taiwan ini, menggunakan peroksidase dan enzim lakase pohon cemara serta pohon pinus, kemudian dimasukan ke dalam ragi methylotrophic sehingga menghasilkan enzim untuk dicampurkan dengan alkohol coniferyl yang hasilnya dapat dibuat menjadi bahan pelapis wadah kertas.

Wadah kertas yang dilapisi oleh bahan organik ini secara utuh dapat terurai dengan bantuan bakteri Bacillus Subtilis, sedangkan residu atau ampas mengandung metana hasil penguraian dapat digunakan sebagai bahan bakar atau pembangkit listrik.

iGEM adalah sebuah kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat. Dalam perlombaan ini, para peserta harus memanfaatkan teknik rekayasa genetika untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun ini, tim National Chung Cheng University Taiwan berhasil merebut gelar juara pertama dan mengalahkan 340 tim yang datang dari berbagai negara. Penemuan mereka juga dinobatkan sebagai produk dengan kegunaan terbaik dan produk dengan desain terbaik. Setelah kembali ke tanah air, mereka akan mendaftarkan hasil penemuan ini ke kantor hak paten.

Terpopuler

Terbaru