Organisasi Rotary International, Rumah Sakit Shin Kong dan Rumah Sakit Mackay melakukan penggalangan dana untuk membeli berbagai peralatan medis yang diperlukan untuk penanganan pasien virus korona Wuhan (Covid-19), seperti alat pendeteksi asam nukleat virus, alkohol murni, sistem pencitraan untuk intubasi trakea, dan lain-lain senilai NT $1 juta. Peralatan tersebut akan dikirim ke Palau untuk membantu pencegahan wabah yang sedang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Upacara penyerahan bantuan turut dihadiri oleh Duta Besar Palau untuk Taiwan, Dilmei L. Olkeriil. Dalam sambutannya ia mengatakan sejak tahun 2008, sudah ada 3.000 orang Palau yang datang berobat ke Taiwan. Menurut budaya Palau, seseorang yang memberi pertolongan akan dianggap sebagai anggota keluarga oleh orang yang menerima pertolongan. Oleh karena itu, Taiwan adalah keluarga bagi orang Palau.
Dilmei L. Olkeriil menjelaskan, “Taiwan telah memberikan berbagai bantuan medis secara jangka panjang kepada Palau, dan sebagai negara yang bergantung pada industri pariwisata, ada banyak sekali orang asing yang datang ke negara kami. Dalam situasi wabah virus korona Wuhan seperti sekarang ini, hal tersebut cukup mengancam keselamatan orang Palau. Kami sangat bersyukur, Taiwan memberikan bantuan berupa teknik pengobatan dan perlengkapan medis, dan kemarin petugas medis Palau telah melakukan uji coba alat untuk mendeteksi virus korona Wuhan, dengan dibantu oleh petugas medis Taiwan.”
“Meskipun negara-negara Eropa dan Amerika juga telah memberikan bantuan kepada Palau, tetapi jika dilihat dari kesinambungan dan keterkaitan bantuan dengan kehidupan masyarakat Palau, bantuan dari Taiwan adalah bantuan yang paling bermakna bagi kami.”
Wakil Kepala Rumah Sakit Shin Kong mengatakan beberapa waktu yang lalu, Kementerian Luar Negeri (MOFA) telah memberikan bantuan berupa alat pendeteksi RT-PCR dan alat bantu pernapasan kepada Palau, dan RS Shin Kong juga telah mengirimkan dua orang petugas medis ke negara tersebut untuk memberikan penyuluhan kesehatan.
Dengan bantuan MOFA, RS Shin Kong telah memberikan 2 set peralatan ruang bedah, peralatan endoskopi, dan kapal rumah sakit yang dapat menjangkau pulau paling terpencil di Palau dalam waktu 3 jam. Pada awal bulan Maret yang lalu, RS Shin Kong pernah memberikan penyuluhan tentang metode pengambilan sampel untuk mendeteksi virus korona Wuhan melalui media telekonferensi, dan Palau juga pernah mengirimkan sampel ke Taiwan untuk diteliti.
Presiden Palau, Tommy Remengesau, dalam siaran pers Istana Kepresidenan Palau telah mengungkapkan apresiasinya atas bantuan dan kontribusi yang diberikan oleh Taiwan.
Direktur Pengobatan Internasional Rumah Sakit Mackay, Hsu Yung-wei, mengatakan ia sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit. Selanjutnya, RS Mackay juga akan menggunakan media telekonferensi untuk mengajari cara penggunaan sistem pencitraan untuk intubasi trakea kepada petugas rumah sakit di Palau.
Pada awal bulan April yang lalu, Perwakilan Permanen Palau untuk PBB, Ngedikes Olai Uludong, melalui akun Twitternya mengatakan, “Palau telah meminta bantuan kepada seluruh dunia, tetapi tidak ada yang merespons kecuali Taiwan. Terima kasih Taiwan, kau teman sejati.”