12/04/2026

Taiwan Today

Ekonomi

Perusahaan Taiwan Daur Ulang Jala Ikan Jadi Tekstil dan Pakaian

19/10/2018
Pihak Formosa Taffeta memperkirakan bahan nilon yang diterima tahun depan dapat diproses menjadi menjadi 5 juta yard atau sekitar 4,5 juta meter tekstil. Tekstil sebanyak itu dapat dibuat menjadi 3 juta helai pakaian, seperti kemeja, kaos polo, celana olahraga dan lain-lain. (Foto oleh MOFA)

Taipei Innovative Textile Application Show (TITAS) 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Oktober kemarin, telah berhasil menarik 37.800 pengunjung dari dalam dan luar negeri. Pameran yang diikuti oleh 456 perusahaan dari 12 negara ini mengangkat tema "Smart Manufacturing" (manufaktur pintar), "Smart Textiles" (tekstil pintar), "Sustainability" (berkelanjutan), dan "Functional Applications" (aplikasi fungsional). Pihak penyelenggara mengatakan tahun depan TITAS 2019 akan diselenggarakan pada 15-17 Oktober bertempat di Taipei Nangang Exhibition Center.

Salah satu tema yang menjadi sorotan dalam pameran kali ini adalah pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Beberapa perusahaan tekstil Taiwan seperti Formosa Taffeta Co Ltd, Far Eastern New Century, Tex Ray Industrial Co Ltd, Grand Textile Co Ltd, Asiatic Fiber Corporation memperkenalkan teknik baru dalam pembuatan tekstil berteknologi yang merupakan hasil daur ulang dari polyester, nilon, dan jala ikan.

Mendaur ulang botol plastik bekas menjadi botol plastik baru atau bahan polyester menjadi berbagai aksesoris sudah menjadi hal lumrah. Namun jala ikan yang terbuat dari bahan nilon biasanya dibuang begitu saja oleh nelayan ke dalam laut dan mencemari lingkungan karena sulit terurai.

Juru bicara Formosa Taffeta Co Ltd mengatakan, "Saat ini berbagai perusahaan tekstil sedang berusaha mendaur ulang bahan nilon untuk dijadikan produk. Perusahaan kami bersama Pemerintah Kota Taipei sedang dalam proses negosiasi dengan perusahaan pembuat aksesoris dari Amerika, untuk mengirimkan jala ikan yang sudah tidak terpakai dari Peru, Chile, dan Laut Karibia, sehingga dapat didaur ulang dan membantu mengatasi pencemaran lingkungan."

Perusahaan aksesoris dari Amerika tersebut melalui sebuah NGO (organisasi non pemerintah) mengumpulkan jala ikan bekas, kemudian dibersihkan, dan dikirim ke Vietnam untuk dilebur. Selanjutnya dikirim kembali ke Taipei untuk diolah menjadi benang, dan terakhir diproses menjadi tekstil oleh Formosa Taffeta.

Pihak Formosa Taffeta memperkirakan bahan nilon yang diterima tahun depan dapat diproses menjadi menjadi 5 juta yard atau sekitar 4,5 juta meter tekstil. Tekstil sebanyak itu dapat dibuat menjadi 3 juta helai pakaian, seperti kemeja, kaos polo, celana olahraga dan lain-lain.

Juru bicara Formosa Taffeta mengatakan, "Tahun ini kami akan melakukan uji coba pembuatan tekstil, bulan Mei-Juni tahun depan uji coba produksi aksesoris, bulan September hingga Desember uji coba produksi pakaian, dan tahun 2020 akan siap untuk dipasarkan."

Terpopuler

Terbaru