Pada tanggal 15 Mei 2018, Eksekutif Yuan mengumumkan rancangan undang-undang imigrasi yang akan memberikan kelonggaran kepada investor untuk mendapatkan ijin tinggal tetap dengan berinvestasi sebesar NT $15 juta, dan menciptakan lapangan kerja untuk 5 orang Taiwan selama 3 tahun.
Perdana Menteri William Lai, menerangkan rancangan undang-undang tersebut dibuat untuk mengatasi 2 masalah, yaitu kebutuhan tenaga kerja dan SDM terampil untuk perkembangan sektor industri; dan menurunnya jumlah penduduk yang disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran.
Rancangan undang-undang ini memberikan kelonggaran kepada tenaga profesional asing, tenaga teknis level menengah, investor dan warga negara Taiwan yang berdomisili di luar negeri serta keturunan mereka untuk mendapatkan ijin tinggal tetap. Undang-undang ini nantinya juga akan berlaku untuk warga Hong Kong dan Macau, dan akan diserahkan kepada lembaga legislatif untuk dikaji pada tengah tahun kedua.
Pelaksanaan undang-undang ini akan tetap memprioritaskan perekrutan pelajar diaspora dan pekerja teknis level menengah yang telah bekerja di Taiwan secara jangka panjang, dengan tetap memperhatikan situasi pasar kerja domestik dan standar penghasilan nasional, sebelum beralih pada perekrutan pekerja teknis asing level menengah.
Tenaga teknis asing level menengah yang dimaksud dalam undang-undang ini adalah pelajar diaspora yang menempuh pendidikan di Taiwan, teknisi asing yang telah bekerja di Taiwan selama kurun waktu tertentu, dan pekerja teknis level menengah asing yang baru saja direkrut.
Perekrutan pekerja teknis asing level menengah harus memenuhi standar penghasilan tertentu agar tidak berdampak pada standar penghasilan Taiwan. Tenaga kerja asing di bidang manufaktur, seperti teknisi, asisten profesional, operator mesin dan tenaga perakit harus menerima penghasilan minimum NT $41,393. Untuk tenaga perawat dan pekerja bidang pelayanan masyarakat lainnya harus mencapai penghasilan minimum NT $32.000. Batasan ini didesain untuk menciptakan keseimbangan dalam pasar kerja domestik dan mengurangi dampak negatif terhadap tenaga kerja lokal.
Undang-undang ini juga mengatur tentang ijin perekrutan langsung tenaga kerja teknis asing level menengah, namun waktu dan butir pelaksanaannnya masih menunggu pengumuman Yuan Eksekutif.
Perekrutan tenaga teknis asing level menengah dalam pelaksanaannya harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti jumlah penghasilan minimum, kemampuan bahasa Mandarin, pengalaman kerja, kemudian akan ditentukan juga jenis industri dan batas jumlah perekrutan maksimum.
Menurut data Yuan Eksekutif, sampai dengan bulan Agustus tahun lalu, Taiwan mengalami kekurangan 218 ribu pekerja, di antaranya pekerja teknis level menengah sebanyak 120 ribu orang. Tenaga kerja teknis asing level menengah yang diatur dalam rancangan undang-undang ini meliputi pegawai teknis dan asisten profesional, operator mesin dan bidang pekerjaan teknis lainnnya yang dirasa perlu secara jangka pendek menurut pimpinan organisasi atau perusahaan. Rancangan undang-undang ini ditujukan kepada pelajar diaspora di Taiwan, siswa kejuruan di bawah program Kebijakan Baru Arah Selatan, dan pekerja teknis asing level menengah.