Pada tanggal 15 Desember 2020, Presiden Tsai Ing-wen berkunjung ke Yilan untuk menghadiri upacara serah-terima kapal perang kelas Tuo Chiang dengan kemampuan dan fasilitas yang telah ditingkatkan (upgraded), serta kapal perang penebar ranjau (minelaying). Presiden Tsai menjelaskan upacara yang dilaksanakan hari ini memperlihatkan tekad pemerintah untuk melindungi wilayah perairan dan perbatasan, serta kapasitas pengembangan dan penelitian yang dimiliki oleh Taiwan dalam bidang pertahanan.
Pembuatan kapal secara mandiri yang tertuang dalam kebijakan swasembada pertahanan nasional berupaya untuk mendorong peningkatan kemampuan perang tentara nasional, membina SDM di bidang penelitian dan pengembangan, serta meningkatkan perkembangan sektor industri pembuatan kapal domestik.
Berikut ini adalah ringkasan pidato Presiden Tsai:
Kebijakan swasembada pertahanan nasional adalah kebijakan yang sangat penting, dan dalam 4 tahun terakhir kita sudah melihat upaya tersebut mulai membuahkan hasil, khususnya dalam bidang pembuatan kapal.
Mulai dari pembuatan kapal selam, kapal patroli berbobot 4 ton, dan kapal frigate yang baru saja diserahterimakan minggu lalu, hingga kapal perang penyebar ranjau berkecepatan tinggi angkatan laut dan kapal perang kelas Tuo Chiang versi baru yang diserahterimakan hari ini, semuanya memperlihatkan bahwa pembuatan kapal secara mandiri sedang terjadi secara menyeluruh, dan didukung dengan segenap kekuatan.
Kedua kapal perang ini memiliki kemampuan mobilitas yang sangat tinggi, terutama kapal perang kelas Tuo Chiang yang telah menerima pengakuan internasional sebagai kapal dengan kemampuan menyerang yang sangat andal.
Sedangkan kapal perang penyebar ranjau dapat melakukan penyebaran ranjau dengan kecepatan tinggi di wilayah perairan, pelabuhan, dan area perang lainnya. Kapal tersebut memiliki sistem penyebaran ranjau otomatis, dan fasilitas perlengkapan dengan teknologi mutakhir kelas dunia.
Bergabungnya dua kapal perang ini dalam armada angkatan laut akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas dalam perencanaan strategi perang, dan berfungsi untuk menghalangi atau memperlambat gerakan musuh yang ingin mendarat dari perairan, sehingga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan perang.
Hari ini, kita telah menunjukan kemampuan penelitian dan pengembangan yang dimiliki Taiwan dalam bidang pertahanan nasional. Saat ini, Taiwan sudah mampu untuk membuat kapal perang ukuran besar dan ukuran kecil dalam waktu relatif singkat, dan dengan kemampuan yang luar biasa. Persentase perlengkapan dan komponen buatan dalam negeri yang digunakan juga semakin meningkat. Di masa yang akan datang, kita berharap hal ini dapat turut mendorong industri pertahanan nasional, dan menjadikan Taiwan sebagai produsen peralatan dan komponen kapal perang untuk negara-negara demokrasi di barat.
Sistem penyebaran ranjau otomatis yang saya sebutkan tadi adalah teknologi pertama di dunia. Selain itu, pembuatan kapal secara mandiri tidak hanya memperlihatkan tekad kita untuk menjaga dan melindungi kedaulatan, tetapi juga mendorong peningkatan teknologi dalam industri pertahanan nasional dan industri pembuatan kapal, serta pembinaan SDM.