Presiden Lai Ching-te menerima kunjungan delegasi Kelompok Persahabatan Taiwan dari DPR Republik Ceko di Istana Kepresidenan, Selasa, 12 November 2024.
Dalam pidato sambutannya, Presiden Lai menjelaskan pembukaan Czech Centre Taipei, pertandingan tim bisbol nasional Ceko di Taiwan, dan rute penerbangan langsung antara Taipei dan Praha merupakan bukti nyata dari kerja sama erat antara Taiwan dan Ceko.
Presiden Lai lebih lanjut menyatakan bahwa masih terdapat banyak ruang untuk kerja sama bilateral di bidang semikonduktor, keamanan siber, dan budaya bagi kedua belah pihak, serta berharap melalui kunjungan ini para anggota delegasi dapat semakin memahami Taiwan dan terus menjajaki peluang kerja sama bilateral.
Dalam beberapa tahun terakhir, interaksi antara Taiwan dan Republik Ceko terjalin semakin erat. Presiden Senat Miloš Vystrčil dan Ketua DPR Markéta Pekarová Adamová, tidak gentar menghadapi tekanan dari Tiongkok dan memimpin delegasi ke Taiwan untuk membuka pintu kerja sama bilateral dan menunjukkan dukungan kuat bagi Taiwan di komunitas internasional.
Sebagai wakil presiden terpilih, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim mengunjungi Republik Ceko pada bulan Maret tahun ini, dan bulan lalu, mantan Presiden Tsai Ing-wen menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Forum 2000 di Republik Ceko. Kunjungan-kunjungan ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan hubungan Taiwan-Ceko, dan menjadi fondasi yang kuat untuk kerja sama bilateral di masa depan.
Ketua delegasi Marek Benda dalam sambutannya menyampaikan ia pertama kali berkunjung ke Taiwan pada tahun 1995, yaitu pada masa ketika kedua negara berada dalam tahap awal dalam mendorong demokratisasi dan hak asasi manusia.
Marek Benda menjelaskan banyak badan intelijen serta analis politik memperingatkan bahwa saat ini kita berada pada titik paling berbahaya sejak Krisis Misil Kuba. Ia menyatakan sangat senang Taiwan dan Ceko dapat tetap berada di jalur demokrasi dan menjadi bagian dari komunitas demokrasi yang menghormati hak asasi manusia. Namun, Marek Benda juga menambahkan bahwa saat ini kita juga melihat kekuatan dan pengaruh rezim otoriter terus berkembang. Taiwan dan Ceko masing-masing memiliki “Big Brother” yang mengawasi secara diam-diam, dan kita khawatir akan kekuatan dan rasa percaya diri mereka.
Kunjungan timbal balik pejabat tinggi dan pembukaan rute penerbangan langsung yang lancar antara kedua negara membantu masyarakat kedua belah pihak untuk saling memahami dengan lebih baik.
Selain itu, Marek Benda juga menyebutkan bahwa tahun depan, National Palace Museum (NPM) Taiwan dan Museum Nasional di Praha akan bekerja sama dalam sebuah pameran besar dan ia yakin pameran tersebut akan berlangsung sukses.
Marek Benda mengucapkan terima kasih kepada Presiden Lai atas penegasan bahwa masih banyak ruang bagi Taiwan dan Republik Ceko untuk bekerja sama di bidang industri semikonduktor dan bidang-bidang lainnya. Ia menekankan bahwa bagi Republik Ceko, rakyatnya dan dunia usahanya, penting sekali agar persahabatan antara Taiwan dan Ceko dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Marek Benda menyatakan bahwa ia percaya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya isu terkait hubungan lintas selat dan keamanan serta kebebasan Taiwan, tetapi juga menyangkut keselamatan jalur transportasi di seluruh Asia Tenggara. Oleh karena itu, ia menyatakan menolak secara fundamental terhadap intimidasi militer Tiongkok atau distorsi berkelanjutan terhadap Resolusi 2758 Majelis Umum PBB.