Dalam upacara penyerahan Penghargaan Dedikasi Kedokteran ke-29, Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung, mengatakan ajang bergengsi tersebut telah menjadi sebuah kebanggaan bagi Taiwan, serta sebuah kesempatan untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa masih banyak sekali orang yang bersedia untuk memberikan kontribusi tanpa pamrih, dan terus membantu pengembangan kesehatan di berbagai pelosok Taiwan sekalipun tidak mendapat sorotan.
Menurut majalah CEOWORLD, sistem pelayanan kesehatan Taiwan menempati posisi pertama dari 89 negara. Prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras bersama antara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), pekerja medis, dan para petugas layanan kesehatan publik.
Di balik kesuksesan para penerima penghargaan, terdapat berbagai kisah mengharukan yang merefleksikan nilai-nilai kebebasan, keragaman, dan keterbukaan di Taiwan. Ketika setiap orang sedang mengejar cita-cita, para pekerja medis ini terus memberikan pelayanan yang profesional, dan tidak kenal menyerah, tanpa mementingkan diri sendiri. Mereka bekerja bagaikan sebuah mercusuar yang bersinar dalam kegelapan, memberikan bantuan kepada kaum lemah di daerah terpencil, dan memandang pemenuhan kebutuhan kaum lemah tersebut sebagai tanggung jawab mereka.
Berikut ini adalah profil beberapa penerima Penghargaan Dedikasi Kedokteran ke-29:
Lien Wen-pin adalah salah satu dari delapan orang penerima penghargaan perorangan yang saat ini telah berusia 92 tahun. Pada tahun 1955, ia mulai bekerja memberikan pelayanan kesehatan di NTU Hospital, dan ketika pensiun di usia 88 tahun, ia masih terus membantu melayani kebutuhan para pasien. Sampai tahun ini, Lien Wen-pin telah menekuni bidang pelayanan kesehatan selama 65 tahun khususnya di bidang penyakit jantung, serta membantu mengembangkan sistem perawatan dan pengobatan penyakit jantung di negara-negara sahabat diplomatik.
Yu Hsin-tsi telah berhasil mengembangkan metode untuk menanggulangi wabah demam berdarah dengan menggunakan teknologi mutakhir. Ia juga bekerja sama dengan Institut Pasteur di Vietnam, dan mengembangkan jaringan pencegahan wabah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.
Penghargaan kelompok diraih oleh Organisasi Kristen Pingtung, yang telah memberikan pelayanan medis sukarela sejak tahun 1957 di daerah pegunungan dan kawasan terpencil. Setiap melakukan kegiatan, setiap orang harus membawa peralatan medis seberat 30 kilogram ketika mendaki gunung. Organisasi tersebut juga telah mengadakan kegiatan pengobatan bagi penduduk asli, mendirikan klinik, dan lain-lain.
Chen Hung-ji adalah seorang ahli bedah rekonstruksi mikroskopik untuk pasien penderita deformitas (kelainan bentuk). Keahlian medis yang dimilikinya tergolong langka, dan saat ini para dokter dari 26 negara sedang mempelajari teknik tersebut dari Chen Hung-ji.
Tu Yuan-kun adalah seorang dokter bedah yang ahli melakukan rekonstruksi mikroskopik pada tulang. Sepanjang karirnya ia telah melakukan pengobatan di 27 negara.
Kuo Cheng-hsing adalah dokter kebidanan yang telah membantu kelahiran sekitar sepertiga dari penduduk Taitung.
Chen Chi-ping adalah seorang dokter yang berkecimpung di bidang pengetesan dan informasi genetik. Keahliannya tersebut telah berhasil menolong kelahiran janin yang hampir diaborsi karena misdiagnosa.
Yin Hsin-ling telah berjasa membimbing berbagai rumah sakit di seluruh Taiwan untuk mendirikan sistem pelayanan dan perlindungan medis untuk anak-anak. Ia juga telah membantu mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk membentuk tim profesional dan menjaga kelangsungan generasi mendatang.
Lin Hsuan-pei adalah dokter pendiri yayasan pendanaan untuk penderita penyakit langka. Yayasan tersebut tidak hanya membantu penjaminan hak-hak dan kepentingan pasien, tetapi juga memberikan sebuah fondasi bagi pelaksanaan sistem pengobatan penyakit langka di Taiwan.
Chien Zhi-cheng adalah dokter yang telah berkeliling selama 10 tahun ke daerah-daerah terpencil untuk memberikan pengobatan, dan memberikan penyuluhan mengenai kesehatan mulut. Enam tahun yang lalu, pelayanan pengobatan Chien Zhi-cheng telah sampai ke negara-negara Asia Tenggara, dan mendorong pertukaran medis antara Taiwan dan komunitas internasional.