Badan Promosi Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) bekerja sama dengan APEC menyelenggarakan konferensi internasional yang mengangkat tiga tema utama, yaitu kebijakan nutrisi, penelitian berbasis pembuktian, dan penerapan kecerdasan buatan (AI), Rabu, 26 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mempromosikan pola makan sehat, serta menciptakan lingkungan yang bersahabat bagi kaum lansia.
Dalam kesempatan ini Taiwan turut memaparkan cetak biru kebijakan promosi nutrisi serta hasil upaya dalam mendorong pola makan sehat bagi lansia, untuk bekerja sama dengan berbagai negara ekonomi APEC dalam menciptakan lingkungan makanan sehat bagi lansia.
Seiring dengan percepatan penuaan populasi di kawasan Asia-Pasifik, perubahan struktur demografi, serta meningkatnya angka penyakit, masalah kesehatan lansia telah menjadi salah satu isu kesehatan yang penting.
Konferensi kali ini mengundang para ahli dari Kanada, Jepang, Singapura, dan negara lainnya untuk berbagi pengalaman praktis mengenai kebijakan pengembangan nutrisi dan pola makan ramah lansia. Selain itu, perwakilan dari ekonomi APEC serta para ahli dari dalam dan luar negeri juga turut hadir, dengan total partisipasi dari 10 ekonomi APEC dan lebih dari 300 peserta.
Menurut Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, UNESCAP), kawasan Asia-Pasifik sedang menuju era penuaan. Diperkirakan pada tahun 2050, populasi berusia 65 tahun ke atas akan meningkat menjadi 1 miliar orang.
Selain itu, berdasarkan Rencana Aksi Dekade Penuaan Sehat PBB 2021-2030 (UN Decade of Healthy Aging: Plan of Action 2021-2030), promosi kesehatan dan peningkatan literasi kesehatan individu sangat ditekankan sebagai faktor penting dalam penuaan sehat.
Nutrisi memainkan peran krusial karena pola makan sehat tidak hanya dapat memperlambat disabilitas dan mengurangi risiko penyakit tidak menular, tetapi juga dapat mengurangi beban sistem kesehatan dan keuangan. Hal ini semakin menegaskan pentingnya kebijakan untuk mempromosikan pola makan sehat yang bersahabat bagi lansia.